PAHAMI JENIS-JENIS SAMPAH ORGANIK DI SEKITAR KITA

May 29, 2020

0

PAHAMI JENIS-JENIS SAMPAH ORGANIK DI SEKITAR KITA

Dilansir dari situs Wikipedia, sampah organik merupakan barang yang dianggap sudah dibuang oleh pemiliknya sebelumnya serta sudah tidak terpakai, namun masih dapat dipakai jika dikelola dengan prosedur yang benar. Sampah organik merupakan sampah yang dapat mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (yang kini sering dikenal dengan kompos). Seperti yang diketahui, umumnya sampah organik berasal dari  makhluk hidup, baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan.

Perlu diketahui bahwa sampah organik memiliki beberapa jenis yaitu :

  • Sampah organik basah

Yang dimaksud dari sampah organik basah adalah sampah organik yang mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Sebagai contoh adalah kulit buah dan sisa sayuran.

  • Sampah organik kering

Kandungan air yang terdapat di dalam sampah organik kering relatif sedikit. Contohnya, kertas, kayu kering atau ranting pohon, dan dedaunan kering.

Sumber gambar : sampahmakanan.com

READ  Mengenal Dan Mencegah Penularan Penyakit Berbahaya

Sampah, termasuk sampah organik dapat diolah dengan menerapakan prinsip-prinsip yang sering dikenal dengan 4R, yaitu :

  1. Mengurangi (reduce). Dengan meminimalisasi penggunaan barang atau material, maka sampah yang dihasilkan juga berkurang.
  2. Menggunakan kembali (reuse). Hindari penggunaan barang sekali pakai dengen memilih barang yang bisa dipakai kembali.
  3. Mendaur ulang (recycle). Harus dipahami bahwa sebenarnya barang yang sudah tidak berguna dapat didaur ulang meskipun tidak semuanya. Kini, sudah banyak industri informal dan industri rumah tangga memanfaatkan barang sisa menjadi barang lain.
  4. Mengganti (replace). Seseorang harus teliti dengan barang yang dipakai sehari-hari. Ada baiknya jika mengganti barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama.

Berbagai jenis sampah organik dapat diolah menjadi kompos. Proses pengomposan terkadang perlu menggunakan bahan lain agar dapat terbentuk kompos. Jenis sampah organik tersebut dapat menjadi berbagai jenis kompos diantaranya: kompos praktis (I,II,III), kompos sampah rumah tangga, kompos tinja, dan kompos BIPIK.

READ  Mengenal Penyakit Arteriosklerosis

Dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, setiap orang dapat mendapatkan manfaat sebagai berikut  :

  • Menyediakan pupuk yang murah yang dan ramah lingkungan
  • Mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan
  • Membantu mengelola sampah secara dini dan cepat
  • Menghemat biaya pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA)
  • Mengurangi kebutuhan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA)
  • Menbantu lingkungan agar selamat dari kerusakan dan gangguan seperti bau, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang mudah ditularkan oleh binatang pengerat dan serangga

Selain digunakan sebagai sebagai kompos, berbagai jenis sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pakan ternak dan dapat diubah menjadi biogas dan listrik.

Sampah organik dapat menjadi pakan ternak, biasanya untuk kambing, sapi, dan kerbau. Namun kini, sampah organik dapat diolah menjadi makanan ikan dan ayam. Jenis sampah organik yang bisanya digunakan adalah sampah organik yang berasal dari tumbuhan.

READ  Bagaimana Cara Mengobati Arteriosklerosis

Sampah organik dapat diubah menjadi biogas dan listrik. Dilansir dari bulelengkab, sampah organik yang berasal dari kotoran hewan maupun manusia, limbah tempe dan tahun dapat digunakan sebagai sumber listrik setelah melewati proses pengolahan.

Dengan mengetahui berbagai jenis, prinsip, dan manfaat yang ada di dalam sampah organik. Seseorang dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Ini sangat penting karena dengan mendukung sampah organik dalam berbagai jenis sama halnya dengan mendukung lingkungan untuk tetap lestari. Perlu disadari bahwa sudah terlalu banyak sampah yang menumpuk di berbagai tempat dikarenakan tidak adanya pengolahan. Sampah organik yang tidak diolah merugikan lingkungan sekitar. Tak hanya bau, pemandangan yang tidak enak dilihat timbul dari sampah organik yang tidak dikelola.