Pentingnya Pemisahan Jenis Sampah

Jun 1, 2020

0

Pentingnya Pemisahan Jenis Sampah

Sumber gambar : http://m.halloriau.com

Pengelolaan sampah pada semakin hari akan selalu semakin penting. Hal ini karena, setiap harinya rata-rata provinsi DKI Jakarta saja dapat menghasilkan sekitar 7 ton sampah. Sampah-sampah tersebut mampu menyebabkan penyakit hingga merusak ekosistem, serta turut mendatangkan bencana seperti banjir. Bagi kamu yang termasuk dalam Smartcitizens, hal yang dapat kamu lakukan diantaranya ialah mengurangi dan mengelola sampah secara bijak.

Di tempat pembuangan sampah, terkadang kamu dapat melihat disediakan 2 buah keranjang tempat sampah dimana keduanya  saling berjejer, lalu bertuliskan keranjang sampah yang satu berjudul  “Sampah Organik” sedangkan keranjang sampah yang lain memberikan keterangan  bertuliskan “Sampah Non-Organik”. Seperti diketahui, bahwa kebanyakan daripada kita pastilah hanya tahu dalam rangka membuang sampah pada sebuah keranjang sampah saja akan tetapi banyak yang belum menyadari serta belum tahu dalam membedakan pembuangan sampah menjadi sampah organik dan sampah non-organik.

READ  Mendalami Informaosi Seputar Menghindari Wabah Penyakit Yang Perlu Anda Ketahui

Dilansir dari laman Halo Doc , perbedaan yang dapat kita ketahui berdasarkan kedua jenis sampah ialah memerlukan waktu untuk proses terurainya. Apabila sampah organik mengandung buangan yang mampu secara dan relatif cepat untuk proses sampah tersebut terurai, maka berbeda dengan sampah non-organik yang fase terurainya cenderung lama dan sulit. Sampah organik pada umumnya terurai meski pembuangannya yaitu hanya dibuang begitu saja dan dengan berjalannya waktu akan hilang dengan sendirinya. Contoh sampah yang masuk pada kategori sampah organik di antaranya ialah sampah sisa makanan, sisa masakan dari dapur, kulit buah serta daun-daunan. Pada umunya  sampah inipun dapat diolah kembali menjadi pakan ternak, pupuk, bahkan biogas.

Sampah non-organik sebagai sampah sulit terurai termasuk didalamnya ialah botol minuman, plastik, dan kaleng. Sampah kemudian tidak akan hancur dalam waktu yang lama walaupundibakar sekalipun. Sampah non-organik ini ternyata memiliki nilai ekonomis  yang dapat  dimanfaatkan menjadi sesuatu agar lebih terpakai. Dalam pemisahan sampah serta pembuangan kedua jenis sampah ini faktanya bisa membantu mencegah terjadinya penumpukan sampah. Hal lain tekait dengan pemisahan yaitu, melalui gerakan memisahkan sampah organik dan non-organik bisa memudahkan pemilihan dan penggunaan kembali jenis sampah sesuai dengan kegunaannya.

READ  Bagaimana Cara Mengobati Arteriosklerosis

Contoh pemisahan jenis sampah yang terlihat pada tempat sampah yang disediakan di jalanan antara lain seperti yang dibedakan laman Kumparan yaitu tempat sampah berwarna hijau dan kuning:

Sumber gambar : https://www.halodoc.com

  1. Hijau- Sampah Organik

Dalam sampah yang berwarna hijau mengartikan hanya sampah-sampah organik yang dapat dibuang ke tempat hijau itu. Sampah organik terdiri sampah-sampah alami seperti dedaunan, ranting pohon, dan sisa makanan. Sampah organik pun biasanya bermanfaat untuk bahan dalam proses pembuatan pupuk kompos.

  1. Kuning – Sampah Anorganik

Sampah anorganik umumnya sebuah sampah yang akandibuang ke tempat sampah yang berwarna kuning. Sampah tersebut antara lain plastik, kaleng, styrofoam, dan sebagainya. Bahan anorganik yang rata-rata ialah benda hasil kreasi mesin yang sangat sulit terurai. Sampah seperti plastik baru dapat terurai di tanah setelah ratusan tahun, lalu juga sebelum terurai plastik tersebut dapat turut merusak dan menyebabkan degradasi lingkungan. Sehingga, sampah anorganik harus dipisahkan dari jenis sampah lainnya dan didaur ulang.

READ  5 Manfaat Penyuluhan Mengenai Kesehatan untuk Masyrakat Desa

Kita patut sadar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam ini agar supaya generasi-generasi manusia berikutnya pun mampu menikmati dengan damai. Salah satu kontribusi yang dapat dilakukan ialah untuk menjaga kelestarian alam ini melalui pemisahan pembuangan sampah menjadi sampah organik dan sampah non-organik sehingga akan sangat meringankan pekerjaan untuk bagian pendaur-ulang sampah.